PELUK ASA Mengajak Anak-anak untuk Ikut Tanggap terhadap Demam Berdarah Dengue
By Administrator Peluk Asa,04 March 2010Dua tempat paling memungkinkan terjadinya gigitan nyamuk Aedes aegypti pada kelompok anak usia sekolah yaitu di rumah dan di sekolah. Oleh karena itu, tim Peluk Asa Depok melakukan kegiatan di 5 sekolah dasar di Kelurahan Mekarjaya. Lima sekolah dasar yang ikut serta dalam pengamatan lapangan yaitu SDN Mekarjaya 3, SDN Mekarjaya 4, SDN Mekarjaya 6, SDN Mekarjaya 8, dan SDN Mekarjaya 10.
Kelompok sasaran pada mulanya direncanakan untuk kelas 5 dan 6, karena pada usia tersebut anak dianggap cukup dewasa dan berani mengemukakan pendapat dalam sesi diskusi kelompok. Namun mengingat siswa-siswi kelas 6 sedang mempersiapkan diri untuk ujian nasional, maka yang diikutsertakan dalam kegiatan adalah murid kelas 4 dan 5. Dari tiap sekolah, jumlah rata-rata siswa yang mengikuti kegiatan sekitar 30 sampai 70 orang. Untuk dapat memantau kegiatan pencegahan DBD di sekolah, selain berkoordinasi dengan pihak sekolah, tim Peluk Asa Depok juga merekrut 10 murid di tiap sekolah sebagai kader jumantik di sekolah masing-masing.
Tim Peluk Asa di Depok mengemas sosialisasi pencegahan DBD dalam bentuk yang lebih mudah diikuti anak-anak usia sekolah. Siswa-siswi tersebut diajak untuk lebih waspada terhadap DBD juga cara pencegahannya melalui sistem belajar sambil bermain. Mereka belajar mengenali tempat-tempat di sekitar sekolah yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan nyamuk, semisal bak mandi, pot bunga, dispenser, dan botol bekas. Cara seperti ini diharap dapat menumbuhkan kewaspadaan anak terhadap sumber penyakit yang bisa saja menyerang mereka di sekolah.
Selain melakukan pengamatan terhadap tempat yang rawan menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, siswa-siswi tersebut mengikuti sesi diskusi di sekolah mengenai pengetahuan umum seputar DBD. Rata-rata di tiap sekolah, ada sekitar 3 sampai 5 orang yang pernah terserang penyakit ini. Tim Peluk Asa Depok juga mengadakan sesi sharing dari para murid tersebut, supaya murid lainnya bisa belajar dari teman-temannya mengenai gejala dan bahaya DBD.
Dengan mengadakan kegiatan semacam ini, Tim Peluk Asa Depok mengajak anak usia sekolah untuk ikut serta berperan aktif dalam menjaga kesehatan lingkungan mereka. Para murid ini bisa mulai dari tindakan pencegahan yang sederhana di sekolah, yang sangat mungkin juga untuk diterapkan di rumah. Dengan demikian, masing-masing belajar untuk bertanggung jawab terhadap gaya hidup sehat dan juga bebas DBD, baik di lingkungan sekolah maupun di wilayah rumah tinggal mereka.





